Wednesday

Kes Ariel Peterporn Presiden Indonesia diminta masuk campur



Kenyataan pihak polis yang gagal menyiapkan bukti untuk mendakwa Ariel peterpan daripada tuduhan skandal seksnya bersama model terkenal Indonesia Cut Tari dan Luna Maya membawa kepada kemungkinan penyanyi terkenal Indonesia itu bebas tanpa syarat. Pihak Polis dikatakan gagal menentukan lokasi di mana adengan seks ariel itu dilakukan maka penyanyi itu boleh dibebaskan pada 22 oktober ini.

Kesal dengan berita itu, Ferhat Abbas seorang peguam di Indonesia meminta Presiden negara itu Susilo Bambang Yudhoyono menegur pihak Polis yang disifatkan tidak serius di dalam menangani kes tersebut.

"Ini juga sudah menjadi perhatian presiden. Presiden meminta memproses sampai tuntas. Bahwa imej Indonesia ini tidak seperti ini, bukan hak atau kepentingan pribadi. Saya minta juga Pak Presiden SBY menegur kepolisian dan Kejaksaan Agung agar tidak main-main lagi karena sudah cukup banyak masalah bangsa," kata Ferhat saat ditemui di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, hari ini.

Ferhat juga mempersoalkan kewibawaan Polis apabila kes mudah seperti itu yang sudah jelas terbukti tidak dapat ditangani dengan baik, sehinggakan pesalah mungkin dengan mudah akan dibebaskan. Beliau juga menyifatkan hal ini sebagai sesuatu yang memalukan.

"Kita melihat itu adalah tragedi hukum yang mana membiarkan seorang yang perkaranya mudah sekali dibuktikan itu lolos dari perkara dan keluar dari hukum. Saya kira itu memalukan sekali," jelasnya.

Ferhat juga mengatakan bahawa pihak Polis tidak komited untuk menyelesaikan kes ini berikutan Luna Maya dan Cut Tari yang menjadi pasangan Ariel di dalam adengan seks mereka di tempat yang berasingan tidak ditangkap tetapi dibiarkan bebas.Malah Ferhat berharap agar Cut Tari dan Luna Maya juga ditangkap.


ReJaM©"Apalah dah terang-terang ada video pun boleh lepas ke?"

1 comments so far

They deserve to be set FREE,,without conditions,,it makes more sense. They were trampled and trespassed into,, their private lives. They were not retailing those videos,,,its just that it went into the wrong hands,,and went on the loose.


EmoticonEmoticon